Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.2%

Wisata Kuliner Bulaksawah Kota Banjar Butuh Dukungan Pemkot

72
0
POTONG TUMPENG. Camat Langensari Asno Sutarno bersama Anggota DPRD Kota Banjar H Mujamil memotong tumpeng saat sukuran para pedagang di Bulaksawah Dusun Sampih Desa Rejasari Kecamatan Langensari. Cecep herdi / radar tasikmalaya
POTONG TUMPENG. Camat Langensari Asno Sutarno bersama Anggota DPRD Kota Banjar H Mujamil memotong tumpeng saat sukuran para pedagang di Bulaksawah Dusun Sampih Desa Rejasari Kecamatan Langensari. Cecep herdi / radar tasikmalaya

BANJAR – Warga Dusun Sampih Desa Rejasari Kecamatan Langensari memiliki potensi penghasilan baru. Yakni sekitar Bulaksawah atau Jalan Banjar-Langensari. Lokasi tersebut dijadikan lokasi wisata kuliner.

“Paguyuban Pemuda Dusun Sampih digerakan oleh anggota DPRD Banjar H Mujamil kemudian membuat ide supaya lokasi itu dilengkapi dengan tempat kuliner pinggir jalan. Sehingga pengendara sepeda motor yang beristirahat di sana bisa membeli makanan maupun minuman,” ujar Ketua BPD Rejasari Kota Banjar Encep Satiman, Rabu (2/8).

Awalnya, kata dia, sudah ada satu warung sejak tahun 2018. Namun saat Covid-19, masyarakat desa kesulitan ekonomi, kemudian melalui paguyuban berinisiatif memanfaatkan pedestrian jalan berjualan makanan ringan.

“Ternyata animonya tinggi dan kini sudah ada 60 pedagang yang berjualan di sepanjang jalan tersebut,” ujarnya.

Pihaknya menyambut baik dan men-support inisiatif tersebut. Selain memiliki ikon wisata kuliner, juga masyarakat terbantu mendapatkan penghasilan tambahan bahkan bisa menjadi penghasilan utama selain bertani.

“Sekarang menjadi potensi wisata kuliner. Ini berawal dari dampak wabah dan timbul kreativitas. Paguyuban Pemuda Dusun Sampih yang menginisiasi ini bersama H Mujamil. April tahun ini masyarakat mulai berjualan dan keuntungannya ternyata lumayan, karena pengunjung yang datang perharinya bisa sampai ribuan orang,” kata Encep.

Baca juga : Ada 36 Titik Rawan Kekeringan di Kota Banjar

Ia menjelaskan dukungan dari pemerintah desa berupa regulasi untuk mendasari izin memanfaatan lahan. Kemudian regulasi perda supaya ada pungutan yang masuk ke kas paguyuban dan ke kas desa. “Kita juga akan memberikan dukungan pembangunan fisik dari dana desa tahun depan,” katanya.

Camat Langensari Asno Sutarno mengapresiasi kreativitas warga Desa Rejasari, khususnya Dusun Sampih karena mampu membuat wisata kuliner baru.

“Bulaksawah ini harus aman, nyaman, bersih, menarik supaya bisa bertahan dan berkembang. Harga jual makanan yang dijajakan jangan saling bersaing mahal. Palaku usaha harus memiliki kesepakatan harga, ulah pagirang-girang tampian. Pihak desa juga sudah membuat surat ke pemkot terkait pemakaian aset kota. Sekarang sedang dibahas di pemkot,” kata Asno.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Banjar Nana Suryana menyampaikan hal yang sama. Masyarakat harus konsisten agar pemerintah bisa mendukung dari sisi regulasi dan anggaran.

“Ini lokasinya memang nyaman dan akan mengundang orang banyak. Bahkan karena banyak anak muda yang nongkrong di sini kemudian meng-upload ke media sosial sampai kepala dinas di Kalimantan teman saya penasaran karena lokasinya bagus di tengah sawah,” kata Nana.

“Dengan adanya ini, mau nggak mau pemerintah harus ngalulugukeun, yang penting masyarakatnya sudah kreatif. Bangunan harus bagus, supaya menjadi daya tarik lebih. Nanti saya sampaikan ke wali kota untuk dukungan di sini. Disini bisa jadi ekonomi kreatif,” ujarnya. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.