Wisatawan Batukaras Pangandaran Diserang Ubur-Ubur

160
1
istimewa. DIOBATI. Petugas mengobati wisatawan yang tersengat ubur-ubur.
istimewa. DIOBATI. Petugas mengobati wisatawan yang tersengat ubur-ubur.

PANGANDARAN – Sejumlah wisatawan diserang ubur-ubur saat berlibur di Pantai Batukaras. Mereka mengalami luka-luka akibat sengatan biota laut tersebut.

Sekretaris Balawista Kabupaten Pangandaran Asep Kusdinar mengakui menerima laporan terkait serangan tersebut Sabtu (4/7).

“Ada 12 orang Kang. kalau hari ini (kemarin, Red) belum ada data terbaru,” ucapnya Minggu (5/7).

Baca Juga : Pilbup Pangandaran: Rekom PPP untuk Jeje Sudah Turun

Menurutnya, serangan itu muncul dari ubur-ubur bluebottle, yang biasa muncul Juli.


“Biasa mereka mencari daerah yang lebih hangat di pinggiran, jumlahnya memang cukup banyak,” jelasnya.

Biasanya ubur-ubur muncul di dua lokasi, yakni Pantai Timur Pangandaran dan Batukaras. “Tapi untuk Pantai Timur tidak ada serangan sampai saat ini,” ujarnya.

Baca Juga : Umat Muslim Pangandaran Minta RUU HIP Segera Dicabut dari Prolegnas

Lanjut dia, tidak ada yang mengalami luka parah dalam insiden tersebut. Biasanya, menurut dia, jika serangan tersebut sangat parah, bisa menyebabkan sesak nafas.

“Mereka yang diserang mengalami luka lecet dan rasanya seperti terbakar,” ungkapnya.

Serangan tersebut sering terjadi setiap tahunnya. Karena itu, dia meminta masyarakat dan wisatawan berhati-hati saat berenang. “Kalau melihat benda aneh saat berenang, jangan dipegang,” imbaunya.

Pihaknya sering mengoleskan pasta gigi atau cuka agar luka cepat sembuh. “Mudah-mudahan saja tidak ada lagi yang diserang,” harapnya.

Sejauh ini, kata Asep, belum ada riwayat serangan di Pantai Barat Pangandaran. “Kalau disana jelas tidak ada, namun area pantai Timur selalu ditemukan,” ucapnya. (den)

1 KOMENTAR

  1. Penyebab munculnya ubur-ubur “bluebottle” pada bulan Juli bukan karena “mereka mencari daerah yang lebih hangat di pinggiran”, melainkan oleh karena angin timur yang dominan bertiup kencang berhari-hari pada bulan-bulan pertengahan tahun ( Juli, Agustus ). Angin tersebut mendorong jenis ubur-ubur ini, yang terbentuk seperti layar / balon biru berapung di atas permukaan laut, dari timur ke arah barat, sehingga muncul di pinggiran pantai dalam jumlah banyak di pantai-pantai yang menghadap ke timur ( yakni pantai Batu Karas dan Pantai Timur Pangandaran ). Mengapa sejauh ini, kata Asep, belum ada riwayat serangan di Pantai Barat Pangandaran ? Kalau disana jelas tidak ada, oleh sebab tidak menghadap ke arah timur, sehingga terlindung dari kiriman bluebottle tersebut. Terima kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.