Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.4%

54.4%

6.9%

0.7%

13%

0%

22.4%

0%

Wisuda dalam Balutan Duka Cita

6962
0
SOLIDARITAS. Wisudawan-wisudawati dan mahasiswa-mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP Unsil melaksanakan tabur bunga dan doa bersama atas meninggalnya wisudawan, Indra Arif Rahman SPd di depan Gor Mashudi, Rabu (27/11). FATKHUR RIZQI / RADAR TASIKMALAYA

TAWANG – Wisudawan-wisudawati dan mahasiswa-mahasiswi Himpunan Mahasiswa Pendidikan Jasmani (Hima Penjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menahan euforia berlebih pada momen wisuda, Rabu (27/11).

Mereka dirundung duka atas meninggalnya wisudawan Indra Arif Rahman SPd dari Program Studi Pendidikan Jasmani. Indra menghembuskan napas terakhir sekitar dua minggu sebelum wisuda. Proses wisuda almarhum pun diwakili oleh orang tuanya.

Aksi solidaritas berupa tabur bunga dan doa bersama juga dilakukan oleh para mahasiswa dan wisudawan di depan Gor Mashudi setelah prosesi Sidang Lulusan Sarjana dan Magister Unsil Periode 1 Tahun Akademik 2019/2020 selesai.

Ketua Hima Penjas Unsil, Rizki Rahman menyebutkan, di antara rasa bahagia para sarjana terselip duka cita atas meninggalnya Indra. Mahasiswa angkatan 2015 itu meninggal pada 10 November lalu karena penyakit yang dideritanya.

Dia dan rekan-rekannya sangat bersedih atas meninggalnya Indra. Maka dari itu, pihaknya melakukan aksi solidaritas. “Untuk penghormatan terakhir untuk beliau dengan tabur bunga dan doa bersama,” kata dia kepada Radar, Rabu (27/11).

Rizki bangga di akhir hayatnya, almarhum telah memberikan kado terbaik terhadap orang tuanya dengan menyelesaikan studinya hingga menjadi sarjana. Mewakili Hima Penjas, dia mendoakan keluarga almarhum agar tetap sabar dan tabah. Semoga almarhum berada di tempat yang paling baik.

Rekan kelas Indra Arif Rahman SPd, Dadang Iskandar menyebutkan, Indra merupakan sosok sahabat yang baik. Almarhum selalu membantu rekan-rekan bila dibutuhkan. “Dia sangat dikenang dari semua jurusan Pendidikan Jasmani. Oleh karena itu, mahasiswa Jurusan Penjas sangat kehilangan keluarga tercinta kami,” ujarnya. (riz)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.