WNA Sempat Nyoblos di Pilgub Jabar Lalu

57
0
SERAHKAN. Ketua Bawaslu Kabupaten Pangandaran Iwan Yudiawan (kanan) menyerahkan hasil rekomendasi terkait WNA yang diterima Ketua KPU Pangandaran Muhtadin, kemarin (5/3). (Deni Nurdiansah / radartasikmalaya.com)

PARIGI – KPU Kabupaten Pangandaran memenuhi panggilan Bawaslu untuk sidang administrasi terkait temuan dua Warga Negara Asing (WNA) yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Dalam sidang di Kantor Bawaslu Kabupaten Pangandaran di Jalan Benda Kecamatan Parigi itu, menghasilkan beberapa rekomendasi yang harus dipenuhi KPU.

Diantaranya menghapus WNA bernama Charles Eduard Schwab dari DPT, serta KPU harus melakukan faktualisasi status kewarganegaraan WNA bernama Kirsten Maria Hetkamp.

Ketua KPU Pangandaran Muhtadin mengungkapkan Kirsten Maria Hetkamp sudah memiliki Kartu Keluarga (KK), namun tidak memiliki KTP elektronik. Sedangkan Charles Eduard Schwab sudah hapus dari DPT.

“Kita melakukan pengecekan internal secara langasung pada 27 Februari 2019, dan langsung menghapus Charles dari DPT. Sementara Kirtsen belum dihapus, sebab tercantum sebagai WNI berdasarkan data Disdukcapil ,” ujarnya kepada wartawan Selasa (5/3).

Sebab apabila pihaknya menghapus WNI dari DPT tanpa dasar hukum yang jelas, bisa menjadi masalah. ”Nah yang Kirsten ini belum kita hapus, karena memiliki kartu keluarga,” paparnya.

Hingga kini, kata Muhtadin,pihaknya belum menemukan dokumen dan data yang bisa menjelaskan bahwa Kirsten merupakan WNA. ”Kalau infromasi dalam bentuk visual tidak bisa dijadikan alasan menghapus dokumen negara,” tuturnya.

Komisoner Bawaslu Kabupaten Pangandaran Uri Juwaeni membenarkan bahwa WNA bernama Charles Eduard sempat memberikan hak pilih di Pilgub Jabar 2018.

”Ya (Charles Eduard, Red) pernah ikut mencoblos, mungkin itu sebagai bentuk keteledoran dari tetangga kita,” singkatnya.

Sementara itu, Kasi Identitas Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pangandaran Cucu Rukminingsih menyebutkan pihak Kirsten sudah datang ke kantor untuk mendaftarkanya sebagai WNI.

”Tadi sempat datang, tapi persyaratannya belum lengkap dan KK yang aslinya tidak dibawa, kemungkinan besok (hari ini,Red) akan kembali lagi,” tandasnya. (den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.