WNA Terdeteksi, Hanya yang Lapor

208
0
Illustrasi

TASIK –  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya mencatat hanya ada empat WNA dengan dua Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kota Resik ini.

Data tersebut berbeda dengan hitungan Kantor Imigrasi Tasikmalaya yang mencatat sebanyak  21 WNA.

“Dari catatan kami hanya ada empat WNA.

Jumlah tersebut adalah data terbaru yang kita miliki,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Tasikmalaya H Imih Misbahulmunir kepada Radar, Rabu (16/5).

Imih menegaskan data itu merupakan jumlah WNA yang melapor ke instansinya. Selebihnya tidak melaporkan, sehingga pihaknya tidak mengetahui identitas dan keberadaannya. “Kita tidak punya petugas yang memantau, jadi yang tercatat hanya yang melapor saja,” ungkapnya.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker)  Kota Tasikmalaya Hj Nunung Kartini. Menurutnya, dari catatan yang dimiliki hanya ada dua orang TKA di Kota Tasikmalaya. Sedangkan dari perhitungan Kantor Imigrasi Tasikmalaya ada lima orang TKA. “Itu berdasarkan data dari perusahaan yang melapor,” tuturnya.

Nunung mengaku tidak mengetahui dimana tiga TKA lain yang tidak tercatat oleh petugasnya. “Harusnya perusahaan juga lapor kalau memperkerjakan orang asing,” tutur dia.

Untuk dua TKA yang terdeteksi, kata dia,  saat ini bekerja sebagai direktur dan presiden direktur di salah satu perusahaan di Kota Tasikmalaya. “Kita tidak mempermasalahkan jika mereka memegang posisi yang tidak bisa diisi oleh warga pribumi. Namun apabila pekerja itu buruh. Kami menyesalkan, karena tenaga buruh di sini juga masih banyak,” tuturnya.

Ia pun meminta kepada setiap perusahaan supaya tidak menetapkan secara permanen TKA yang dipekerjakan. Supaya memberikan peluang untuk warga pribumi yang masih banyak menganggur. “Jadi idealnya sambil memberikan pelatihan kepada pekerja pribumi, kalau sudah ada yang mumpuni bisa diganti,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Imigrasi Tasikmalaya mencatat hingga April 2018 sebanyak 254 Warga Negara Asing (WNA) berkeliaran di wilayah Priangan Timur. Satu orang sudah dideportasi karena melanggar batasan waktu tinggal atau over stay (melebihi izin tinggal, Red).

Dari data yang dihimpum Kantor Imigrasi Tasikmalaya 254 WNA tersebut,  21 orang tinggal di Kota Tasikmalaya, 63 di Kabupaten Tasikmalaya, 78 di Kabupaten Garut, 60 di Kabupaten Pangandaran, 25 di Kabupaten Ciamis dan 7 di Kota Banjar.

Kasi Informasi Sarana Komunikasi (Insarkom) Kantor Imigrasi Tasikmalaya Idha Ismawati menuturkan dari 254 WNA, 41 diantaranya merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA). Mereka tersebar di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya,  Kota Banjar dan Kabupaten Garut. “Untuk Ciamis dan Pangandaran tidak ada TKA,” ungkapnya.

Para WNA yang tidak menjadi tenaga kerja di wilayah Priangan Timur, kata Idha, merupakan turis atau wisatawan serta orang asing yang menikah dengan warga pribumi dan pelajar.  Sementara ini administrasi dari para WNA tidak mengalami permasalahan. “Tapi ada satu yang kita deportasi dari Kabupaten Tasikmalaya, karena over stay (melebihi izin tinggal),” ungkapnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.