Wow.. Ada 66.854 Rumah tak Layak Huni di Kabupaten Tasik

144
0

MANGUNREJA – Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Permukiman (DPUTRPP) Kabupaten Tasikmalaya mencatat total rumah tidak layak huni mencapai 66.854 unit.

Dari jumlah tersebut yang baru ter-cover sekitar 13.000 unit melalui berbagai program.

Baca juga : Rapid Test Massal di Ponpes Condong Kota Tasik, Tak Ada yang Reaktif

“Hingga saat ini baru sekitar 13.000 unit rumah yang sudah diperbaiki melalui program RTLH dari APBD Kabupaten Tasikmalaya, Rutilahu dari Banprov Jabar dan BSPS dari Kementerian PUPR dan sumber lainnya. Jadi masih ada sekitar 53.000 lebih yang harus diperbaiki,” ujar Kasi Perencanaan Perumahan DPUTRPP Kabupaten Tasikmalaya Adi kepada Radar, Senin (15/6).

Adi mengatakan, untuk tahun ini yang sedang berjalan program bantuan Rutilahu Provinsi Jawa Barat dan BSPS dari Kementerian PUPR.

Sementara itu bantuan RTLH dari APBD Kabupaten Tasikmalaya dan Dana Alokasi Khusus (DAK) masih tertunda.

“Mudah-mudahan kebijakan daerah dan pusat memberikan peluang dilanjutkan lagi program tersebut,” katanya.

Kata dia, jumlah bantuan melalui program Rutilahu Provinsi Jawa Barat untuk tahun ini menerima kuota 1.020 unit di 20 kecamatan.

Sedangkan bantuan RTLH dari APBD Kabupaten Tasikmalaya 272 unit untuk peningkatan kualitas (PK) di 24 kecamatan dan 18 unit untuk pembangunan baru (PB) di 3 kecamatan. Sementara untuk bantuan BSPS dari Kementerian PUPR 2.995 unit rumah.

Besaran bantuan yang didapat oleh penerima berbeda, dari APBD untuk bantuan peningkatan kualitas besaran yang didapat Rp 17.500.000. Sedangkan untuk yang pembangunan baru menerima Rp 45.000.000.

Lanjut dia, penanganan masalah rutilahu di Kabupaten Tasikmalaya sangat membutuhkan waktu.

Baca juga : Tonjong Canyon Cipatujah Tasik Kembali Dibuka

Apalagi, jumlahnya diketahui cukup banyak. Maka dari itu, pihaknya akan terus mengupayakan bantuan yang ada agar bisa dimaksimalkan.

“Terutama agar pembangunan yang dilakukan bisa lebih banyak lagi. Hal itu tidak lain dilakukan supaya jumlah RTLH dapat terus berkurang membutuhkan kerja sama dari semua pihak,” kata Adi. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.