WOW.. Pelanggar Protokol Kesehatan di Kota Tasik Menurun

354
0
radartasikmalaya.com
Belasan anak muda pelanggar prokes di Kota Tasik saat dihukum, kemarin malam (08/11). screenshot for radartasikmalaya.com

KOTA TASIK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tasikmalaya mencatat, pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat mulai mengalami penurunan.

Artinya, masyarakat sudah banyak yang sadar untuk menerapkan protokol kesehatan saat melakukam kegiatan di luar rumah.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibumas), Yogi Subarkah mengatakan, petugas tetap melakukan patroli untuk memantau penerapan protokol kesehatan di masyarakat, meski pembatasan kegiatan malam tak lagi diberlakukan.

Namun, setelah kebijakan pembatasan malam dicabut, jumlah pelanggaran protokol kesehatan mulai mengalami penurunan.

“Kalau dari jumlah, ada penurunan,” katanya kepada wartawan, Senin (09/11) sore.

Berdasarkan data yang ada, sejak penindakan pelanggaran protokol kesehatan diberlakukan pada Agustus, tren pelanggaran yang tinggi terjadi pada September.

Dalam jenis pelanggaran warga yang tak memakai masker misalnya, selama Agustus terdapat 1.882 kasus, lalu meningkat pada September dengan 1.993 kasus, dan menurun pada Oktober dengan 308 kasus.

Yogi menyebutkan, para pelanggar itu umumnya diberikan sanksi sosial sebagai hukumannya.

Namun tak sedikit juga pelanggar yang dikenakan sanksi denda.

Sementara itu, untuk jenis pelanggaran protokol kesehatan di tempat usaha dan perkantoran, mengalami kenaikan.

Selama Agustus, jumlah pelanggaran protokol kesehatan di tempat usaha dan perkantoran hanya terdapat 29 kasus, menurun pada September menjadi 16 kasus, dan meningkat pada Oktober menjadi 71 kasus.

Untuk tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan, petugas memberikan peringatan tertulis kepada pemilik atau pengelolanya. Jika masih melakukan pelanggaran, tempat usaha itu akan ditutup sementara.

“Kebanyakan tempat usaha itu melanggar jam operasional. Namun, ada juga yang melanggar protokol kesehatan,” terangnya.

Yogi menjelaskan, meski pembatasan kegiatan malam di Kota Tasik telah dicabut, tempat usaha hanya diperbolehkan beroperasi maksimal hingga pukul 23.00 WIB.

Jika kedapatan masih beroperasi melebihi waktu yang ditentukan, petugas akan melakukan tindakan.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.