Wow.. Pidato Game Of Thrones Jokowi Dapat Standing Aplause, Fredinand : Banyak Mengkhayal

48
Presiden Joko Widodo mendapat standing ovation usai pidato Game of Thrones dalam Opening Anual Metting International Monetary Fund (IMF) & World Bank di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018)

JAKARTA – Pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengangkat serial Game of Thrones membuat lini massa ‘meledak’.

Pidato itu disampaikan Jokowi dalam Opening Anual Metting International Monetary Fund (IMF) & World Bank di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Atas pidatonya itu, seluruh peserta yang hadir bangkit dari kursinya untuk memberikan tepuk tangan.

Tak ketinggalan, pidato itu juga jadi perhatian sejumlah media internasional yang tak ketinggalan memuji aksi mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Tapi tak demikian halnya dengan anak buah Susilo Bambang Yudhoyono, Ferdinand Hutahaean.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat itu malah menyebut Jokowi sebagai sosok presiden yang banyak mengkhayal.

Ia lantas menyamakan Joko Widodo seperti Presiden Amerika Serikat yang banyak mengambil cerita khayalan.

Demikain disampaikan Ferdinand saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

“Pak Jokowi adalah presiden yang banyak mengkhayal. Seperti Donald Trump, banyak mengambil cerita-cerita khalayan,” cemooh Ferdinand.

Ferdinand lantas merinci khayalan Jokowi. Misalnya, menyebut ekonomi akan segera bangkit.

Namun, nyatanya hingga hari ini hal itu belum terealisasi.

“Sama seperti beliau berkhayal ekonomi meroket di bulan September, tapi tak kunjung meroket,” jelas Ferdinand.

Ferdinand pun menilai standing applause yang diberikan delegasi peserta pertemuan kepada Jokowi biasa saja.

“Namanya khayalan itu sering mendapat tepuk tangan, standing applause,” katanya.

“Karena memang dilihat seorang anak kecil yang mampu bercerita hebat itu pasti mendapat tepuk tangan,” nyinyir dia.

Di tempat sama, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Budiman Sudjatmiko penganalogian ekonomi global dengan serial Game of Thrones itu ada benarnya.

Pasalnya, saat ini ada tujuh negara ekonomi kuat yang bisa mendorong ekonomi negara-negara lainnya.

“Uni Eropa, Amerika, Tiongkok, dan beberapa yang lainnya. Pusat-pusat ekonomi dunia dipacu oleh teknologi. (Maka) Kalau tidak segera berbenah, ekonominya tidak berkembang akan semakin ketinggalan,” kata Budiman.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menjelaskan bahwa pidato Jokowi ini semata-mata untuk memotivasi negeri ini semakin berkembang.

Sehingga tidak ketinggalan dengan negara-negara lain yang berhasil melewati revolusi industri.

“Jokowi ingin negara-negara berkembang untuk maju, terutama Indonesia, untuk bisa masuk ke wilayah revolusi industri keempat dengan memadukan tenaga digital dan tenaga biologi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi menggambarkan serial Game of Thrones dalam pidato Opening Anual Metting International Monetary Fund (IMF) & World Bank di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Serial Game of Thrones itu sendiri diibaratkan untuk menggamabrkan kondisi perekonomian dunia saat ini.

Semua negara dibuat sibuk berseteru demi memperebutkan The Iron Throne.

“Dalam serial Game of Thrones, sejumlah Great Houses, Great Families, bertarung antara satu sama lain untuk mengambil alih kendali The Iron Throne,”

“Mother of Dragons menggambarkan siklus kehidupan,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan, perebutan kekuasaan antarnegara yang diibaratkan sebagai Great House itu dinilai seperti sebuah perputaran roda.

Satu sisi, Great House itu berjaya, tapi di sisi lainnya sengsara.

“Dan setelahnya, house yang lain berjaya dengan menjatuhkan houses yang lainnya,” kata Jokowi.

Namun, lanjut Jokowi, para Great House itu lupa bahwa dalam pertarungan mereka ada ancaman yang menghantui.

“Seorang evil winter yang ingin merusak dan meliputi seluruh dunia dengan es dan kehancuran,” ungkap Jokowi.

(ce1/sat/JPC/ruh/pojoksatu)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.