WOW.. Sehari Muncul 9 Kasus Positif Corona di Garut

3660
0

GARUT KOTA – Angka kasus positif Covid-19 baru di Kabupaten Garut mengalami peningkatan cukup signifikan.

Berdasarkan laporan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Garut, jumlah pasien positif sampai Jumat (7/8) mencapai 51 orang.

Baca juga : Tim Gugus Tugas Garut Cegah Penularan Covid-19 di Lingkungan Pesantren

Dari jumlah tersebut, 1 orang isolasi mandiri, 17 dirawat di ruang isolasi RSUD dr Slamet, 30 orang sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

“Untuk kasus baru dalam sehari ini (Jumat) ada penambahan 9 orang,” ujar Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut, Yani Yunita kepada wartawan, Jumat (7/8).

Menurut dia, dari sembilan orang yang positif, yaitu seorang perempuan (KC-43) usia 32 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul, laki-laki (KC-44) asal Kecamatan Tarogong Kidul, perempuan (KC-45) usia 33 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul, perempuan (KC-46) usia 24 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul, perempuan (KC-47) usia 22 tahun asal Kecamatan Sukawening, perempuan (KC-48) usia 24 tahun asal Kecamatan Sukawening, perempuan (KC-49) usia 35 tahun asal Kecamatan Kersamanah, perempuan (KC-50) usia 25 tahun asal Kecamatan Kersamanah dan perempuan (KC-51) usia 24 tahun asal Kecamatan Pangatikan.

Loading...

“Kasus-kasus tersebut merupakan warga Kabupaten Garut yang bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Bandung dan telah mendapatkan isolasi di BPSDM Kota Cimahi,” ujarnya.

Selain penambahan kasus positif, kata dia, terdapat penambahan laporan kasus suspek Covid-19 sebanyak tiga orang, yaitu satu orang asal Kecamatan Kersamanah dan dua orang asal Kecamatan Pasirwangi (dua orang diantaranya sedang proses perawatan di RSUD dr Slamet).

Yeni mengimbau masyarakat menjaga kondisi kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Masyarakat diminta sering mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menghindari kerumunan serta menghindari kontak fisik, seperti jabat tangan dan lainnya.

Bupati Garut H Rudy Gunawan meminta para dokter dan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melakukan pemantauan pergerakan orang-orang luar dari zona merah masuk.

Hal tersebut dilakukan agar kasus Covid-19 di Garut bisa diatasi dengan cepat.

“Saya mohon kepada para dokter melakukan langkah-langkah bagaimana program yang berhubungan dengan PIS-PK (Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga) ini diikuti oleh tracing-tracing beberapa tempat, bagaimana pergerakan orang-orang luar dari zona merah masuk ke wilayah kita,” katanya.

Ia menambahkan ketika dalam satu keluarga ada pasien suspek Covid-19, penanganannya harus langsung dilakukan.

Baca juga : Belajar Daring Dinilai Belum Efektif, Pemkab Garut Minta Buat Terobosan

Karena itu, koordinasi antara puskesmas dan masyarakat harus ditingkatkan.

Menurut Rudy, PIS-PK adalah bagian yang paling terpenting dalam usaha pencegahan Covid-19. Jika program itu dapat dilakukan maksimal, deteksi dini bisa dilakukan dengan cepat, sehingga kasus dapat ditangani maksimal. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.