Wow.. Ternyata Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo Diduga Banyak Masalah

342
0

TAWANG – Munculnya genangan air di Gedung Tulip RSUD dr Soekardjo pekan lalu, ternyata bukan merupakan kali pertama terjadi.

Sebab kini telah diketahui itu akibat adanya tata letak atau desain yang tak tepat dalam penempatan torn di bagian atap gedung.

Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum RSUD, Taufik Rachman setelah pihaknya melakukan penelusuran dan upaya klarifikasi terhadap sejumlah petugas di rumah sakit.

Menurutnya dari keterangan petugas cleaning service, kepala lantai 2 dan 3 gedung, kebocoran air bukan pertama kali terjadi.

“Ternyata, Mei lalu juga sudah ada laporan dari pihak gedung terhadap
rumah sakit, supaya diperbaiki. Ada rembesan air pada dinding gedung, area lift dan genangan di toilet ruang rawat inap,” katanya kepada RadarTasikmalaya.com, Rabu (26/6).

Keterangan lainnya, terang dia, ada beberapa rembesan di bagian dinding gedung lantai 2. Termasuk ada beberapa instalasi kelengkapan gedung yang belum selesai. “Seperti perangkat bel pasien untuk memanggil suster jaga. Itu lantai 2 kemarin belum diperbaiki. Padahal gedung beroperasi sudah sekitar 2 bulan. Kemudian pada lantai 3 juga belum beroperasi bel itu,” terangnya.

Tidak hanya itu, petugas instalasi teknis rumah sakit turut dipanggil untuk dimintai keterangan. Diketahui tangki penampungan air kerap luber, ketika air terisi penuh. Sebab, torn air tidak berfungsi secara otomatis melainkan dihidup-matikan secara manual melalui stop kontak. “Kondisi dinding penampungan tangki air juga sudah pada retak. Padahal dibalik dinding itu ada panel listrik dan tentu bisa fatal apabila bocor atau ambruk,” bebernya.

Adanya beberapa temuan itu, pihaknya berkomunikasi dengan internal RSUD. Namun, diketahui sudah melaporkan terhadap pelaksana kegiatan pembangunan Gedung Tahun 2018 sejak Mei.

Supaya, kekurangan-kekurangan itu segera diperbaiki. “Kita bersyukur adanya informasi kemarin, ternyata banyak hal yang masih harus dibenahi. Mumpung masih dalam masa pemeliharaan,” jelas Taufik.

Dia menjelaskan ketika torn-torn penyimpanan air di atap gedung dicek, ternyata riskan terjadi kebocoran.

Disamping adanya rongga kosong untuk jalur lift, kondisi di bagian atap gedung tidak ada lubang pembuangan untuk menyalurkan air hujan atau air genangan di atap.

“Dari laporan petugas teknis rumah sakit, dan kami cek ke lokasi memang betul. Kondisi seperti itu,” tukasnya. (rez)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.