WOW.. Usai Raih Perak KSN, Santri Al Kautsar 561 Cineam Tasik Ikuti IChO di Jepang

536
0
radartasikmalaya
Muhammad Dihya Aby Abdi Manaf, Santri SMA Quranic Science Boarding School (QSBS) Al Kautsar 561 Kecamatan Cineam Kabupaten Tasik, berssama sang bunda. istimewa/ radartasikmalaya.com

CINEAM – Santri SMA Quranic Science Boarding School (QSBS) Al Kautsar 561 Kecamatan Cineam Kabupaten Tasik, Muhammad Dihya Aby Abdi Manaf mendapatkan medali perak pada Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2020 Bidang Kimia, Jumat (16/10).

Atas prestasinya yang membanggakan tersebut, siswa yang akrab disapa Ibni, berkesempatan mengikuti International Chemistry Olympiads (IChO) 2021 di Jepang.

Kepala SMA QSBS Al Kautsar 561, Diana Arianti S MPd menceritakan, Ibni telah berhasil mendapatkan medali perak KSN tingkat nasional bidang Kimia, yang memiliki usia termuda.

Sebelumnya, dia melawatinya dengan berjenjang dari tingkat Kabupaten/Kota Tasikmalaya.

“Di tahap ini, Ibni saat mulai mendaftar KSN Bidang Kimia ketika masih menjadi siswa SMP. Namun, dia mendaftar untuk kompetisi tingkat SMA. Sehingga menjadi peserta termuda dan mendapat peringkat 1 tingkat Kabupaten/Kota Tasikmalaya,” ungkap Diana kepada Radar, Minggu (18/10).

Anak dari Pipit Indah Purwanti ini, kata kepala sekolah, melanjutkan KSN tingkat Provinsi Jabar pada 12 Agustus 2020.

Ibni masuk dua besar setelah melalui pembinaan yang cukup dari beberapa dosen perguruan tinggi ternama di Indonesia melalui zoom-meeting.

“Ibni selalu melaksanakan pendampingan belajar kimia oleh tim khusus sekolah dan dosen dari ITB,” kataynya.

“Yang menarik, meski baru kelas sepuluh, materi untuk kuliah tingkat tiga pun mampu diikuti Ibni. Sehingga mereka (pendamping belajar Ibni, Red) percaya bisa menjadi juara di tingkat nasional,” sambungya.

Anak kelahiran Cimahi 26 Febuari 2005 ini selalu mendapat dukungan dan pembinaan yang intens sehingga betul sampai tahap final KSN yang diselenggarakan pada 12-16 Oktober.

KSN ini cukup menantang karena semua anak terbaik se-Indonesia mengikutinya.

“Sekitar ratusan siswa terbaik di bidang kimia berkumpul di ajang ini. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Ibni yang saat ini masih duduk di kelas X untuk men­dapatkan prestasi,” ujarnya.

Pada saat penyelenggaraan KSN tingkat nasional secara online, dengan pengawasan live melalui kamera zoom meeting. Ibni saat upload jawaban sempat berkali-kali gagal. Berkat doa dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya lancar.

Dua hari setelah ujian essay, masih ada sesi wawancara sebagai pengganti ujian praktikum (di masa normal) dan sore harinya hasil diumumkan.

“Dari sekitar seratus peserta diambil 5 terbaik mendapat medali emas, 10 terbaik berikutnya mendapat medali perak dan 15 terbaik berikutnya lagi mendapat medali perunggu. Bersyukur Ibni masuk mendapatkan medali perak,” tuturnya.

Selanjutnya, untuk memfokuskan Ibni, agar bisa terpilih atau mewakili Indonesia untuk mengikuti IChO di Osaka, Jepang, pihaknya memberikan kepercayaan agar menyempurnakan ilmu pengetahuan kimia dan ilmu kepesantrenan saja.

“Sekolah memberikan dukungan kepada Ibni agar bisa menjadi kontingen di IChO. Sehingga kita memberikan istimewa kepadanya agar fokus belajar kimia dan ilmu kepesantrenan saja,” katanya.

Orangtua Ibni, Pipit Indah Purwanti menjelaskan, kelebihan dalam bidang ilmu eksakta dari Ibni itu kuncinya orangtua harus mengenal potensi anak.

“Setelah mengetahui karakternya, input Ibni yang segala informasi dimasukkan dan mengetahui apa yang disukai. Akhirnya dari sekolah dasar kelas empat sudah menjadi juara KSN tingkat nasional bidang matematika mendapatkan perunggu dan kelas lima bidang IPA mendapatkan perak sampai bisa mengikuti lomba sampai ke Korea,” paparnya.

“Selanjutnya saat SMP mengikuti KSN bidang matematika dan saat SMA ini mengambil kimia mendapatkan medali perak,” katanya, menambahkan.

Setelah mengetahui Ibni mempunyai multiple intelligence atau kecerdasan ganda, dia mulai melihat kemampuan anaknya agar seimbang mengarahkan selain belajar eksakta harus mempunyai akhlak, makanya Ibni masuk pesantren.

“Intinya membentuk keseimbangan karakter anak. Jadi KSN ini hanya proses yang dilewati. Tujuannya Ibni harus mempunyai bekal agama kuat sehingga ilmu eksaktanya dapat bermanfaat di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Tasikmalaya Dr Abur Mustikawanto MEd mengucapkan selamat dan sukses untuk santri SMA Quranic Science Boarding School (QSBS) Alkautsar 561, Muhammad Dihya Aby Abdi Manaf, yang mendapatkan medali perak pada Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2020 Bidang Kimia.

Sehingga, kata dia, dengan ini bisa mengenalkan SMA QSBS, di bawah naungan KCD Wilayah XII di tingkat nasional hingga internasional.
“Saya apresiasi kepada siswa SMA QSBS, walau sebagai sekolah baru tetapi memiliki kualitas dan keseriusan yang baik dalam bidang sainsnya,” ungkapnya. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.