Wujudkan Jabar Bahagia Lewat Desa Wisata

249
0
Loading...

TARAJU – Pengembangan desa menjadi destinasi wisata jika dikelola dan digali potensinya dengan baik, maka akan menciptakan sumber penghidupan ekonomi, kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat di desa.

Hal ini yang mendorong Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Barat, H Oleh Soleh SH ingin mewujudkan Jawa Barat bahagia, lewat pengelolaan dan pengembangan desa wisata yang dimulai dari masyarakat desa itu sendiri.

Kang Oleh akan berupaya mendukung percepatan pengembangan desa wisata di wilayah Jawa Barat.

Karena, potensi wisata desa begitu memberikan dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun kebahagiaan masyarakat untuk bisa menikmati wisata murah, indah dan dekat.

Menurut Oleh, begitu banyak tempat wisata di Indonesia. Negara ini kaya akan objek wisatanya yang terkenal sampai ke penjuru dunia. Mulai dari wisata pantai, gunung, danau, air terjun termasuk situs bersejarah nya.

loading...

“Bukan hanya wisata skala nasional, dunia pun sudah mengakui bahwa Indonesia adalah surganya tempat wisata,” ungkap Oleh.

Termasuk di Jawa Barat, kata Oleh, tempat wisatanya sangat beragam. Seperti wisata seni budaya, kuliner, kerajinan, bahari, pantai, curug, kampung adat, gunung, perkebunan teh, danau dan situs bersejarah lainnya.

Khususnya di Kota/Kabupaten Tasikmalaya, lanjut Oleh, termasuk salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki beragam objek wisata. Hampir di setiap desa nya memiliki titik-titik wisata. Seperti wisata kampung adat Kampung Naga di Desa Neglasari Kecamatan Salawu.

Perkebunan teh di Kecamatan Taraju, wisata alam Gunung Galunggung di Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu, curug-curug di Kecamatan Cisayong, Cikatomas dan Cikalong, Pantai Sindangkerta di Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah, termasuk wisata religius ada goa Safarwadi di Desa Pamijahan Kecamatan Bantarkalong.

Dengan banyak nya potensi desa wisata tersebut, jelas dia, harus dijadikan alat ukur untuk mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang bahagia dan sejahtera.

“Jabar bahagia, ya harus dimulai dari desa. Bagaimana cara membahagiakan masyarakat desa?, ya dengan diberikan fasilitas alat kebahagiaan nya,” tandas Kang Oleh.

Salah satu alat kebahagiaan nya, terang dia, secara lahiriyah adalah bagaimana masyarakat juga bisa menikmati tempat-tempat rekreasi yang dekat, nyaman, berkualitas dan murah.

Desa-desa di Jawa Barat, tambah Oleh, perlu juga mencontoh atau mengadopsi desa wisata di Provinsi Jawa Tengah yang sudah terkenal, berkembang dan banyak dukunjungi wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Jawa tengah adalah salah satu provinsi di Indonesia yang giat mengembangkan desa wisata. setiap tahunnya, ada festival desa wisata. Ada desa wisata Kandri yang di dalamnya ada wisata Goa, waduk dan agro seperti festival panen jambu kristal, padi, singkong dan pare serta punya kuliner dan souvenir khas.

Kemudian, desa wisata Dieng Kulon ada wisata perkebunan seperti menanam dan panen kentang. Kemudian ada desa wisata Lerep dengan obyek wisata dan atraksi wisata agro. Menikmati alam sambil memerah susu murni mejadi aneka olahan pangan.

Termasuk juga, cara memproses dan memanen kopi, buah-buahan, membuat biogas dan ragam wisata agro lainya. Didalamnya ada juga wisata air terjun serta tempat rekreasi keluarga kolam renang alami. Dan ada satu desa lagi yaitu, desa wisata Candirejo.

Desa wisata Candirejo memperkenalkan wisata situs bersejarah peninggalan kerajaan yakni candi Borobudur. Selain itu, wisatawan keliling desa dengan dokar dan mengenalkan adat, seni dan tradisi yang dikemas dalam festival budaya yang dipertontonkan.

“Kita harus mencontoh dari desa-desa wisata yang sudah berkembang dan terkenal tersebut. Kita tidak boleh malu dan merasa tidak berkreasi atau kreatif, mengadopsi desa wisata yang sudah duluan berkembang,” paparnya.

Mengadopsi atau mencontoh dari desa wisata yang sudah berkembang, bisa dijadikan sebuah modal inspirasi bagi desa-desa di wilayah Jawa Barat dalam pengembangan dan pengelolaan desa wisata.

“Keberhasilan desa lain dalam pengembangan wisata, adalah bagian dari pada model yang harus di kloning atau diadopsi, oleh setiap desa yang memiliki potensi wisata,” paparnya.

Oleh menambahkan, manfaat ketika potensi wisata itu dibangun dan dikelola dengan baik maka kebahagiaan masyarakat di desa akan semakin meningkat dan pendapatan ekonomi masyarakat desa pun akan linear meningkat dengan sendirinya.

Disisi lain, ungkap Oleh, ketika ada desa yang terkendala dengan keterbatasan dan kemampuannya untuk mengembangkan potensi wisata, maka harus di support atau didukung baik oleh pemerintah daerah, pemerintah kota, pemprov maupun pusat.

“Maka kedepan, in syaa Allah, pendampingan pengembangan desa wisata ini akan terus digalakan dan akan diupayakan menjadi salah satu skala prioritas program di Jawa Barat,” ucapnya.

Dengan menangkap peluang potensi desa wisata, kata Oleh, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, siap memberikan bantuan dari sisi pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM), managemen pengelolaan wisata, kemudian pendanaan serta membantu mempromosikan nya,” ungkap Oleh.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tambah Oleh, juga akan ikut mempromosikan potensi wisata-wisata yang ada di desa di wilayah Jawa Barat yang sedang berkembang ataupun yang baru mulai mau dikembangkan. (diki setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.