Wujudkan Moderasi Beragama di Sekolah di Kota Tasik

37
0
Dr Caswita SPdI MA Pd
Dr Caswita SPdI MA Pd
Loading...

TASIK – Mencegah intoleransi di lingkungan pendidikan, Kemendikbud akan membuat surat edaran (SE) dan membuka hotline pengaduan terkait adanya praktik intoleransi. Hal itu direspons positif oleh praktisi pendidikan di Kota Tasikmalaya.

Ketua PC Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Tasikmalaya Dr Caswita SPdI MA Pd mengatakan pendidikan diselenggarakan secara inklusif berdasarkan nilai-nilai kebangsaan.

Oleh karena itu, sekolah harus menanamkan keberagaman, menerima perbedaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. “Sesuai dengan tujuan pendidikan perlunya adanya toleransi,” katanya kepada Radar, Senin (25/1).

Toleransi ini, sambung Caswita, merupakan sikap yang harus ditanamkan dan dimiliki oleh setiap civitas akademika. “Karena hidup di Indonesia memiliki kemajemukan yang terdiri dari beraneka ragam suku, agama dan ras,” ujarnya.

Oleh karenanya, ia sangat mendukung kebijakan Kemendikbud yang akan membuat surat edaran dan membuka hotline pengaduan terkait adanya praktik intoleransi. “Manfaatnya bisa menggerakan moderasi beragama di sekolah,” katanya.

loading...

Dengan begitu, kata Caswita, tindakan intoleransi di sekolah tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Itu dikhawatirkan bisa menyebabkan terkoyaknya NKRI. “Maka jangan sampai siswa dan guru melakukan intoleransi. Ini merupakan titik masuk radikalisme dan sejenisnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya H Budiaman Sanusi SSos mendukung langkah Mendikbud Nadiem Makarim yang akan menindak tegas bagi sekolah yang melakukan intoleransi. “Kebijakan itu bagus, tapi saya memastikan di Kota Tasikmalaya tidak ada sikap-sikap intoleransi,” katanya.

Karena sistem pendidikan nasional, sambung Budiaman, diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif.

“Artinya pendidikan harus menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keamanan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa,” ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya mengajak warga sekolah harus melaksanakan pendidikan karakter, yaitu berlandaskan Agama, Pancasila dan UUD 1945. (riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.