Wujudkan Tasik Metropolis, Budi Rancang Perda PKL

57
0
MELINTASI ANDESIT. Berbagai kendaraan saat melintasi Batu Andesit Taman Kota depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya yang bebas PKL, Minggu (18/8). rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

INDIHIANG – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, rencana penataan wilayah perkotaan yang sedang gencar digalakan pihaknya dan telah dimulai dari Batu Andesit Taman Kota (Tamkot) telah matang dan dipastikan dia tak akan berubah. Sebab, Budi benar-benar ingin mewujudkan Tasik Kota Metropolis yang rapi dan tertata.

“Masing-masing punya perencanaan, Tamkot sudah jadi taman. Kita sangat terbatas Ruang Terbuka Hijau (RTH), kita ingin selamatkan itu. Ruang terbuka cuma kawasan Dadaha, Alun-Alun dan Tamkot yang kita sendiri buat,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, belum lama ini (16/8).

“Semua akan ada penataan, artinya bersama- sama secara komprehensif representatif. Cuma penataan tak bisa sekaligus. Semua juga mana yang jadi prioritas dulu, pada prinsipnya Pemkot akan atur regulasi penataannya (Perda) gimana. Kalau sekaligus harus pikirkan lokasi di mana,” sambungnya.

Terang Budi, Pemkot punya Tamkot dan Dadaha fokuskan ruang terbuka itu steril PKL. “Hanya ada tahap dan prioritas utama. Tamkot itu perlu, di mana masyarakat bisa menikmati ruang terbuka hijau. Prioritas kita begitu. Ini (Perda) akan kita bahas, sudah ada sebelumnya tapi belum tuntas,” terangnya.

Budi menambahkan, dalam regulasi itu nanti diatur mana wilayah yang diperbolehkan untuk PKL berdagang dan mana yang tidak. “Terus diatur juga ada yang boleh di jam tertentu. Itu yang sedang kita pikirkan secara menyeluruh. Kalau kita prioritas itu Dadaha, Alun-Alun dan Tamkot. Tapi itu RTH yang bisa kita jaga,” tambahnya.

Maka, jelas Budi, harus ditata penempatan PKL. Supaya pengunjung yang hendak rekreasi dan menikmati suasana hijau di dalam kota bisa nyaman. Maka selamatkan dulu itu RTH yang prioritas,” jelasnya.

(rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.