Wujudkan Uang Layak Edar

75

TASIK – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya berupaya untuk menekan uang tidak layak edar di Priangan Timur dengan menggelar Sup Tulang (Suka Undian Pemenang? Tukarkan Uang Lusuh Anda Sekarang).

Melalui program ini, masyarakat bisa berlomba mengumpulkan uang tidak layak edar atau uang lusuh sebanyak-banyaknya untuk ditukarkan ke Halaman Kantor BI pada 24 Oktober 2018. Sebagai apresiasi, BI telah menyiapkan hadiah menarik.

Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptaji mengatakan, selain mengumpulkan uang lusuh ada juga program lomba pembuatan video dengan tema  Peran Masyarakat Dalam Mendukung Clean Money Policy. Program ini sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kualitas uang rupiah. “Diharapkan dengan program ini uang yang beredar di wilayah Priangan Timur dalam kondisi layak edar. Masyarakat pun bisa semakin peduli serta menyayangi rupiah,” jelasnya.

Heru mengatakan, semua elemen masyarakat harus bersama-sama menjaga kualitas uang yang beredar dengan cara tidak merusak rupiah. Caranya, sambung ia, uang kertas jangan dibasahkan, jangan diremas, jangan dilipat, serta jangan distraples. Cara-cara ini akan membuat uang selalu bersih dan tidak mudah lusuh karena terus dijaga.

Sementara itu, untuk menyo­sia­­li­sasikan keaslian uang rupiah Kan­tor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya menggelar sosialisasi dengan mengundang pelajar dan mahasiswa dari 110 lembaga pen­didikan se Priangan Timur di Aula BI Senin (24/9). “Dalam acara ini sekitar 350 peserta diberikan sosialisasi mengenai keaslian uang rupiah, penggantian uang rusak dan cara menjaga kelayakan uang rupiah,” ujar Heru.

Lanjutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi BI dalam memberikan informasi dan pengetahuan mengenai ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini memberikan edukasi kepada dosen, guru, mahasiswa dan pelajar yang merupakan kalangan terdidik untuk mengenal ciri keaslian uang rupiah,” ujar Heru.

Pada kesempatan tersebut BI menjelaskan ciri-ciri keaslian uang kertas rupiah antara lain warna tulisan gambarnya jelas, tulisan angka nominalnya bila diraba terasa kasar, dilengkapi tanda hologram, benang pengaman, dan gambar pahlawan pada bidang putih yang hanya terlihat bila diterawang menghadap cahaya.

“Semoga pengetahuan masyarakat terhadap rupiah semakin me­ningkat,” harapnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.