Yusuf: RUU Minol Perkuat Perda Larangan Miras di Kota Tasik

77
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi Minuman Beralkohol/ Net

KOTA TASIK – Plt Wali Kota Tasikmalaya, HM Yusuf, angkat bicara soal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) larangan Minuman Beralkohol (Minol) oleh DPR RI.

Dia mendukung hal itu agar segera ditetapkan jadi Undang-Undang. Karena RUU itu bisa memperkuat Perda Tata Nilai terkait larangan peredaran Miras di Kota Tasik.

“Bahkan di kita juga masih ada itu (peredaran miras walaupun sudah ada Perda Tata Nilai, Red). Jadi RUU itu akan memperkuat Perda kita,” katanya kepada wartawan, Senin (16/11) siang.

Apalagi untuk Kota Tasik saat ini, terang dia, sudah memiliki aturan yang melarang adanya peredaran miras. Bahkan itu diatur dalam Perda.

Yusuf meyakini, dengan adanya Undang-undang ini, peredaran miras tidak bisa sama sekali, apalagi secara Nasional untuk RUU ini.

“Akan lebih ketat pengawasannya. Tidak bisa lagi mereka bermain-main dengan miras ini. Karena penegak hukum juga akan bekerja berdasarkan undang-undang,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Trantibum Dinas Satpol PP dan Damkar, Yogi Subarkah menuturkan, sampai saat ini Kota Tasik sudah memiliki aturan soal peredaran miras.

Yaitu, Perda Nomor 7 tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan minuman beralkohol di Kota Tasikmalaya.

“Untuk Kota Tasik sebetulnya miras ini sudah tidak boleh beredar atau dilarang diperjualbelikan,” tuturnya.

Dalam perda tersebut, jelas Yogi, di Pasal 8 dalam Perda itu disebutkan setiap orang dilarang memproduksi, Mengimpor, Mengedarkan, menjual dan mengecerkan minuman beralkohol tanpa izin pejabat berwenang berdasarkan perundang-undangan.

“Makanya kami terus menindaklanjuti setiap operasi untuk penjualan minuman beralkohol ini,” jelasnya.

Yogi meyakini, bila RUU minol itu ditetapkan akan semakin kuat dalan penegakannya, selain dengan Perda yang telah dimiliki Pemkot Tasik.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.