Bersekolah Memakai Seragam Dua Tahun Lalu

Yusuf Tinggal di Rumah Hampir Ambruk

1325
HAMPIR AMBRUK. Umar (70) bersama Yusuf Nurfalah (12) duduk di rumah peninggalan orang tuanya yang hampir ambruk, Senin (12/8). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

RAJAPOLAH – Yusuf Nurfalah (12), warga Kampung Sukahurip RT/RW 09/03 Desa Sukaraja Kecamatan Rajapolah harus rela tinggal di rumah yang hampir ambruk seorang diri. Setelah ibunya meninggal dunia tiga bulan lalu, dia menjadi yatim piatu.

Terkadang Yusuf mengungsi ke rumah kakeknya, Umar (70) yang tidak jauh dari rumahnya yang nyaris ambruk. Kondisi rumahnya sudah terlihat parah di bagian depan, samping, belakang dan tengah. Bahkan atapnya sudah banyak yang bolong dan tidak layak dihuni.

Kata Umar, cucunya sekarang tinggal seorang diri setelah kedua orang tuanya meninggal. Awalnya, dia tinggal di rumah hampir ambruk bersama ibunya, tapi tiga bulan lalu ibunya yang bernama Euis Nurjanah pun meninggal.

“Kalau tidak di rumahnya, dia sering tinggal bersama saya. Karena rumahnya sudah tidak layak huni dan takut ambruk. Tapi terkadang suka memaksakan tinggal di rumah itu,” ujarnya kepada Radar, Senin (12/8).

Kata Umar, saat ini rumah itu hanya dibiarkan saja. Karena tidak mempunyai biaya untuk memperbaikinya. Mengingat, biaya Yusuf sekolah dan segala sesuatunya menjadi tanggungan Umar setelah kedua orang tuanya meninggal.

“Saat ini cucunya masih bersekolah. Namun, saya bingung karena keterbatasan biaya untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah seperti sepatu, buku, tas dan lainnya,” katanya.

Lanjut Umar, Yusuf saat ini sudah duduk di bangku kelas 6 SD. Namun, dia masih menggunakan pakaian dan perlengkapan sekolah waktu kelas 4. “Saya kasihan sekali pada Yusuf. Namun, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena sudah tak bekerja. Sekarang sehari-hari juga mengandalkan pemberian anak-anak,” ujarnya.

Dia mengaku iri ketika warga lainnya yang rumahnya nyaris ambruk cepat mendapatkan bantuan perbaikan. Sementara rumah anaknya yang kondisinya sudah tidak layak huni tak kunjung mendapat bantuan.

“Saya pasrah, rumah anak saya ini mau ambruk atau bagaimana pun. Karena sudah tak sanggup memperbaikinya. Mudah-mudahan ada donatur untuk kebutuhan Yusuf sekolah,” katanya, mengeluhkan.

Iwan (40), tetangga Yusuf mengaku prihatin melihat kondisinya yang sudah menjadi yatim piatu. Apalagi rumahnya sudah tidak layak huni dan nyaris ambruk. “Mudah-mudahan pemerintah terketuk hatinya untuk memberikan bantuan kepada Yusuf yang sudah menjadi yatim piatu,” harapnya. (obi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.