Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

3.9%

19.6%

8.2%

68.3%

Yusuf Vs Nurul Bertarung di Musda Golkar Kota Tasik, Sayang Digelar di Bandung

703
0
YUSUF VS NURUL DI MUSDA GOLKAR radartasikmalaya.com
HM Yusuf dan Nurul Awalin memperebutkan kursi Ketua DPD Golkar Kota Tasik, periode 2020-2025.

KOTA TASIK – Gong perebutan kursi Ketua DPD Golkar Kota Tasik periode 2020-2025 segera dimulai.

Telah dipastikan, ketua DPD sebelumnya, HM Yusuf bertarung dengan Sekretaris DPD sebelumnya, H Nurul Awalin di Musda besok (28/08).

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun, tadi pagi (27/08) sekitar pukul 08.30 WIB, Nurul telah mengembalikan formulir pendaftaran pencalonan.

Kemudian disusul siangnya sekitar pukul 10.00 WIB, Yusuf yang mengembalikan formulir.

Yusuf mengatakan, pelaksanaan Musda sendiri akan dihelat di Kota Bandung, karena melibatkan massa bajyak.

Sebab, pihaknya ingin tetap menjaga protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Dan, jika dihelat di Kantor DPD Golkar Provinsi Jawa Barat, protokol kesehatan akan tetap terjaga.

Apalagi kondisi Kota Tasik sendiri saat ini masih ada 6 pasien positif yang masih dikarantina.

“Tadinya akan dihelat di Kota Tasik. Tapi kami dapat surat dari Gugus Tugas dan kita layangkan ke DPD Jabar. Maka diputuskan di sana Musdanya seperti daerah lainnya Musda di DPD Provinsi,” ujar Yusuf kepada radartasikmalaya.com.

Terang Yusuf yang ditemui di Kantor DPD Golkar Kota Tasik, dirinya ikut mencalonkan kembali menjadi Ketua DPd Golkar Kota Tasik karena terpanggil untuk terus membesarkan Golkar.

Apalagi, di masa kepemimpinannya, Golkar telah berhasil mengantarkan ketua DPD-nya menjadi Wakil Wali Kota di Pilkada 2017-2022.

“Jadi tidak benar soal isu bahwa pengurus DPD tak diurus ketua (dirinya, Red). Itu bohong sama sekali dan tidak benar. Karena kami selama periode ini telah berjalan dan roda mesin partai terus berjalan,” terangnya.

Apalagi di Pileg lalu, beber Yusuf, suara Golkar di Kota Tasik naik. Hanya saja nasib yang membuat Golkar tak menduduki jabatan utama di unsur pimpinan DPRD walaupun raihan kursinya tetap sama, 5 kursi.

“Tapi kita masih bertahan dengan 5 kursi dan kurang sedikit untuk bisa menduduki kursi pimpinan DPRD. Tapi kita kan terus berjalan. Apalagi di Pilkada kursi Wakil Wali Kota diduduki calon Golkar,” bebernya.

Dia berharap suasana dinamika politik Golkar kedepan lebih baik lagi. Karena target Golkar selanjutnya adalah mengantarkan kader terbaiknya di Pilkada 2022 menjadi Wali Kota Tasikmalaya selanjutnya.

“Kedepan kita lebih baik lagi dan lebih besar. Keberadaan partai ini untuk merebut kekuasaan. Kekuasaan sudah ada saat ini di tangan Wakil Wali Kota dan DPRD. Artinya ini adalah dinimika partai sedemikian rupa,” harapnya.

Sedangkan terkait sekretarisnya, H Nurul Awalin yang malah maju menjadi pesaingnya di Musda nanti, menurut dia, adalah hal biasa atau dinamika politik.

“Intinya atmosfir suasana Musda Golkar kali ini memang berbeda dibandingkan Musda terdahulu. Memang kompetitor saya ada. Saya sudah kompromi dengannya (Nurul Awalin, red) waktu itu. Tapi ya beliau bilang akan tetap maju. Ya sudah kalau begitu mah (kita bersaing),” tukasnya.

Sementara itu Nurul Awalin sempat menggelar pers konfrens usai pengembalian berkas formulir.

Ia mengaku mencalonkan sebagai ketua di Musda besok karena lillahi ta’ala.

“Kami siap lahir batin maju bukan untuk melawan lawan, tapi membela Golkar. Persoalan Pilkada yang penting Golkar besar jaya dan manfaat bagi masyarakat. Kita ingin Pilkada dan di Pileg nanti Golkar berjaya,” tuturnya.

Jelas dia, soal dirinya maju di Musda yang sebelumnya sekretaris Yusuf adalah hal biasa dan dinamika politik.

Dia pun optimis di Musda besok bisa mengungguli HM Yusuf.

“Karena ini rumah kita, niat juga ingin besarkan. Bersaing di satu rumah tak perlu ada hal aneh. Tak jadi persoalan dimana pun lokasi Musda asal aturan main sesuai, terpenuhi dan alasan jelas,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.