Zakat PNS Belum Maksimal

228
0
RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA RESMIKAN ASRAMA PUTRI. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman menyaksikan penandatanganan prasasti peresmian pembangunan asrama putri di Milad Ponpes Mathla’ul Khaer Cintapada Kecamatan Cibeureum ke-43 Senin (18/12).

CIBEUREUM – Zakat dari aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) via Baznas sampai saat ini belum maksimal. Untuk itu diperlukan kebijakan dan langkah khusus dari pemerintah daerah.

Kepala Baznas Provinsi Jabar H Arif Ramdani MH memaparkan berdasarkan hasil survei, Jawa Barat memiliki potensi zakat sebesar Rp 17,6 triliun per tahun. Namun sampai sejauh ini yang sudah terkumpul oleh Baznas masih jauh dari angka tersebut. “Tahun sekarang Rp 1 triliun saja belum tercapai,” ungkapnya usai menghadiri Milad ke-43 Ponpes Mathla’ul Khaer Cintapada Kecamatan Cibeureum, Senin (18/12).

Untuk Kota Tasik juga sama. Sampai saat ini masih jauh dari angka nilai yang diharapkan, karena ASN belum sepenuhnya membayar zakat secara menyeluruh melalui Baznas. Untuk itu diharapkan Pemerintah Kota Tasikmalaya membuat kebijakan untuk mendorong seluruh ASN bisa menyisihkan gajinya untuk membayar zakat. “Kalau untuk Pemerintah Jabar sudah 100%, karena ada Peraturan Gubernur dan gaji mereka secara otomatis dipotong untuk zakat,” tuturnya.

Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengaku setuju dengan memaksimalkan potensi zakat di jajaran ASN. Sejauh ini program zakat melalui Baznas sudah dilakukan oleh ASN di wilayah Pemkot Tasikmalaya, hanya saja belum menyeluruh. “Sekarang juga sudah ada, namun di masing-masing OPD,” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusannya dalam memaksimalkan potensi zakat di tubuh ASN, pihaknya sedang melakukan pengkajian untuk teknisnya. Namun belum tergambar aturannya dalam bentuk Perwalkot atau jenis kebijakan lainnya. “Nanti kita bahas,” katanya.

Kemarin, Ponpes Mathla’ul Khaer Cintapada Kecamatan Cibeureum melaksanakan peringatan Milad ke-43 dan peresmian bangunan asrama yang baru. Peresmian dilakukan dilakukan dengan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman.

Pimpinan Ponpes Mathla’ul Khaer KH Dudung Abdurrahman MPd menyebutkan pembangunan asrama tersebut merupakan bantuan dari salah seorang agnia. “Supaya lebih banyak pelajar yang bisa mondok, karena kami ingin semua santri di sini bisa mondok,” terangnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.