zohri Raih prestasi di dunia

178

CABANG olahraga atletik Indonesia mendadak bersinar di kancah dunia setelah Lalu Muhammad Zohri secara mengejutkan meraih gelar juara di Kejuaraan Dunia Atletik U-20. Lalu naik ke podium tertinggi setelah menjadi yang tercepat nomor lari 100 meter putra di kejuaraan yang berlangsung di Tampere, Finlandia pada Rabu (11/7) malam waktu setempat.

Start dari line 8, Lalu yang nantinya juga bakal beraksi di Asian Games 2018 langsung melesat cepat setelah wasit memberikan aba-aba. Bocah ajaib asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu finis dengan catatan waktu 10,18 detik.

Catatan waktu tersebut mengalahkan dua pesaing terdekatnya, yakni Anthony Schwartz dan Eric Harrison asal Amerika Serikat yang sama-sama membukukan catatan waktu 10,22 detik.

Pencapaian ini membuat Lalu sukses mencetak sejarah sebagai orang Indonesia yang menorehkan prestasi gemilang di nomor lari 100 meter dunia.

“Sangat bangga sekali. Ini sangat luar biasa bagi saya. Saya betul-betul tidak menyangka bisa mencetak sejarah di sini,” ujar Lalu.

Kemenangan fantastis Lalu menyimpan kisah menarik, nyaris gagal berangkat karena tidak memiliki biaya. Dia berhasil berangkat ke Finlandia hingga akhirnya menjadi juara di nomor lari 100 meter putra pada Rabu (11/7) kemarin, Lalu nampaknya berutang terima kasih kepada Ketua PB PASI Bob Hasan.

Untuk diketahui, Lalu berasal dari keluarga yang tidak mampu. Ia sudah menjadi yatim piatu sebelum menjadi atlet nasional. Bob, yang menyadari potensi Lalu sebagai seorang juara sejak beberapa tahun silam, rela membantu Lalu untuk berangkat.

Pengorbanan Bob tidak sia-sia. Tenaga dan biaya yang keluar untuk memberangkatkan Lalu dibayar lunas dengan medali emas.

“Dia hampir tidak bisa berangkat tadinya. Dia yatim piatu, dan tidak ada biaya. Jadi saya yang mesti tanggung semua untuk mendapatkan visa dan lainnya. Banyak sekali atlet yang akhirnya tidak bisa berangkat karena tersandung masalah visa,” kata Bob, Kamis (12/7).

Bob menceritakan, ia pertama kali melihat Lalu pada tahun 2016. Kala itu, Lalu masih berusia 16 tahun. Bob langsung kepincut melihat kegigihan Lalu yang kala itu sedang bertanding di kejuaraan daerah.

Tanpa pikir panjang, Bob langsung meminta Lalu ikut ke Jakarta untuk berlatih di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Bob pula yang membiayai hidup Lalu selama berada di ibukota dua tahun belakangan.

“Saya lihat posturnya tinggi dan kecil, langsung saya tarik ke Jakarta. Saya yang tanggung biaya kehidupan dia. Jadi, kami tidak tunggu pemerintah. Pokoknya selama dia mau latihan dengan disiplin, kami sudah senang,” kata Bob.

Naluri Bob meminta Lalu ikut ke Jakarta tidak meleset. Lalu bisa diandalkan untuk menjadi pelapis para pemain senior meski usianya masih junior.

Kebolehan Lalu ditunjukkan saat ia meraih juara di Kejuaraan Asia Junior 2018 bulan lalu di Gifu, Jepang. Sebulan berselang, Lalu membuat mata publik melirik kepadanya setelah menyabet medali emas di ajang Kejuaraan Dunia Atletik U-20 setelah finis dengan catatan waktu 10,18 detik.

Bob pun berharap, hasil tersebut membuat Lalu bisa semakin fokus berlatih untuk Asian Games 2018 yang akan berlangsung pada 18 Agustus – 2 September nanti.

Rencananya, Lalu akan diturunkan di dua nomor, yakni lari 100 meter, dan lari estafet 4×100 meter. Bob sendiri belum mengetahui, di nomor mana Lalu akan diprioritaskan.

“Apakah nanti boleh dua nomor kami masih belum tahu. Harus tanya pelatih. Takutnya kalau dia main dobel begitu nanti jadi tegang, malah kalah,” tutup Bob. (isa/jpc)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.