ZONA MERAH Kota Tasik, Izin Hiburan Akhir Tahun Distop

132
0
Loading...

TASIK – Libur akhir tahun dikhawatirkan bisa menimbulkan lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Masyarakat diminta untuk menahan diri termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Plt Wali Kota Tasikmalaya H M Yusuf mengakui kekhawatiran lonjakan kasus di libur akhir tahun. Maka dari itu, pihaknya meminta ASN dan masyarakat untuk tidak melakukan euforia di tengah pandemi ini.

“Apalagi liburan ke luar kota, lebih baik di rumah saja,” ungkap­nya usai kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Kewaspadaan Dini Pemerintah Daerah di Hotel Harmoni, Jumat (11/12).

Pihaknya pun tidak akan mengeluarkan rekomendasi untuk event hiburan di akhir tahun. Karena hal itu, berpotensi menimbulkan penularan Covid-19 dari pasien tanpa gejala. “Jangan ada keramaian (kerumunan.red), kita jaga secara ketat,” tuturnya.

Tim patroli pun sudah diinstruksikan untuk mengintensifkan pengawasan di lapangan, khususnya pada malam pergantian tahun nanti. Jika memang ada kegiatan yang memicu kerumunan maka akan ditertibkan. “Kalau ngotot ya akan kita dibubarkan,” tegasnya.

Loading...

Dijelaskan H Yusuf bahwa pasien positif di Kota Tasikmalaya sudah meliputi berbagai kalangan masyarakat. Bukan hanya klaster keluarga dan pesantren, ASN pun sudah banyak yang terkonfirmasi positif. “Sampai kita berlakukan WFH untuk beberapa kantor,” terangnya.

Sementara itu, ruang isolasi tambahan masih dalam proses penyiapan sampai kemarin. Selain RS Purbaratu dan Dewi Sartika, penggunaan hotel pun tetap akan dilakukan. “Kalau tidak ada dari BNPB, kita pakai BTT (Biaya Tak Terduga) saja,” tuturnya.

Sementara itu tim patroli sudah mulai menerapkan sanksi untuk pembatasan aktivitas pukul 21.00. Pasalnya para pelaku usaha sudah diberi sosialisasi sebelum surat edaran disebar.

Kabid Tibum dan Tranmas Dinas Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah menyebutkan pelanggaran masih terus terjadi. Termasuk soal pembatasan jam aktivitas malam. “Tadi malam satu kafe kita segel,” ujarnya.

Baca juga : 200 Pasien Positif Corona di Kota Tasik Antri Ruangan Isolasi

Selama pandemi ini, kata dia, tim patroli mencatat ada ribuan pelanggaran dengan tindakan yang berbeda-beda. Sebanyak 3.916 kerja sosial (menyapu) dan 287 denda untuk warga tidak bermasker, 137 peringatan dan 63 penyegelan tempat usaha karena melanggar ketetapan protokol kesehatan.

Sementara itu berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota tasikmalaya, kasus positif Covid-19 sudah mencapai 1.260 dengan 774 diantaranya masih aktif. Jumlah tersebut setelah muncul 8 kasus baru dalam pembaruan Jumat pagi.

HARUS KONSISTEN
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan sosialisasi penerapan disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) harus dilakukan seara kontinu dan konsisten. Tujuannya agar betul-betul menjadi kebiasaan baru dan gaya hidup masyarakat.

“Tugas kita adalah mengingatkan terus soal 3M ini. Jangan sampai terputus,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI, dokter Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Jumat (11/12).

Selama ini, pemerintah daerah melalui Satgas Penanganan COVID-19 telah memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan.

Namun, kebanyakan dari sanksi tersebut bersifat edukatif dan cenderung agak lemah. Akibatnya, banyak masyarakat mungkin saja tidak terlalu khawatir dengan ancaman sanksi itu.

“Masih ditemukan banyak pelanggaran. Misalnya tidak memakai masker atau berkumpul tanpa menjaga jarak. Jadi, memang penegakan hukumnya mungkin harus diperkuat lagi,” imbuhnya.

Selain memberi penguatan penegakan hukum, saat bersamaan pemerintah atau pihak terkait harus gencar pula mengingatkan masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan. “Kalau ketemu orang di jalan tidak pakai masker, kita ingatkan. Atau kalau ada kerumunan dibubarkan,” jelasnya.

Ia menambahkan mata rantai kasus positif hanya diputus dengan cara isolasi mandiri. Di sisi lain, Siti Nadia mengaku saat ini kecenderungan masyarakat patuh pada penerapan protokol kesehatan mulai agak menurun.

“Padahal, 3M merupakan salah satu kunci utama dalam membentengi diri agar tidak terpapar Covid-19. Karena itu, harus terus dilakukan. Kapan pun dan dimana pun,” pungkasnya.

(rga/rh/fin)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.