Zonasi Kusut, Kemendikbud Tunggu Perpres

73
0

JAKARTA – Rumitnya pengaturan zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil langkah strategis. Mereka mengusulkan agar kebijakan zonasi pendidikan bisa diatur ke dalam Peraturan Presiden (Perpres).

Staf ahli Kemendikbud Chatarina Muliana Girsang mengatakan, perpres tersebut didorong agar terjadi sinergi antara keinginan pusat dan daerah. “Untuk rotasi guru harus berdasarkan zona. Pembangunan sarana prasarana berdasarkan kebutuhan per zonanya. Nah, selama ini kita belum bisa petakan hal tersebut secara detail,” ujar Chatarina di Jakarta Rabu (3/7)

Menurutnya, lewat Perpres sistem zonasi akan menjadi lebih mudah mengetahui permasalahan dan menyelesaikannya. “Yang diatur dalam perpres nanti lebih kepada sinkronisasi, kolaborasi, sinergi antar kementerian, lembaga dan pemerintah daerah,” tambahnya.

Chatarina mengungkapkan saat ini Kemendikbud telah melakukan pembahasan intensif dengan beberapa kementerian terkait. ”Dengan Perpres ini akan dapat membantu pemerintah daerah untuk menerapkan zonasi. Kita harapkan tahun ini Perpres selesai. Saat ini kita matangkan. Kita sudah bahas dengan Kemenkumham, Bappenas, Kemenag,” kata Chatarina.

Landasan sosiologis yang mendasari penerapan kebijakan zonasi diantaranya adalah adanya fakta ketimpangan atau kesenjangan pendidikan antar daerah. Kemudian belum meratanya kualitas dan kuantitas sekolah, khususnya dalam sarana prasarana dan guru. Dan diskriminasi dan ketidakadilan terhadap akses dan layanan pendidikan sebagai layanan dasar yang wajib diberikan kepada semua warga negara.

“Sekolah negeri yang relatif murah lebih banyak dinikmati oleh anak dari keluarga mampu. Sementara banyak anak dari keluarga tidak mampu terancam putus sekolah. Angka putus sekolah kita masih cukup tinggi, ini tidak boleh dibiarkan terus menerus,” jelasnya.

Ia mengatakan cukup banyak pemerintah daerah yang melakukan penyimpangan terhadap penerapan PPDB. (rls/fin/tgr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.